BARAKAT MUFAKAT – Musim kemarau yang melanda wilayah Indonesia kerap membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat. Selain kekeringan, bahaya kebakaran menjadi salah satu ancaman utama yang perlu diwaspadai, khususnya di wilayah Kalimantan yang mencatatkan titik api cukup tinggi sepanjang musim kemarau tahun 2026 ini.
Tak hanya hutan dan lahan, pemukiman warga pun tak luput dari ancaman si jago merah. Struktur bangunan rumah berbahan kayu yang mengering akibat cuaca panas membuat material menjadi sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.
Musibah ini dialami oleh warga di lingkungan RT 06 Dusun Mufakat, Desa Barakat Mufakat pada Senin (21/09/2026) pagi. Tepat pukul 07.27 WITA, di saat warga mulai menjalankan rutinitas harian, percikan api akibat korsleting listrik memicu kebakaran hebat di kawasan Jl. Mutiara.


Kronologi Kejadian
Insiden tersebut menimpa dua keluarga warga setempat, yakni M. Herdani (35) dan Adman Bagus Pranoto (49), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kaki lima di lingkungan sekolah dasar (SD).
Saat peristiwa terjadi, Herdani dan Adman sedang berada di lokasi berdagang. Mendengar kabar rumah mereka terbakar, keduanya bergegas meninggalkan lapak jualan untuk kembali ke rumah dan berupaya menyelamatkan harta benda yang tersisa.
Sayangnya, kobaran api yang membesar melalap habis seluruh bangunan rumah milik Herdani. Sementara itu, rumah milik Adman hangus terbakar sebagian.
Penanganan Cepat Tim Pemadam
Proses pemadaman berjalan relatif cepat berkat kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satui bersama para relawan RPKS yang langsung merespons laporan warga di lokasi kejadian. Aksi tanggap ini berhasil menyekat pergerakan api sehingga tidak merembet ke pemukiman warga lainnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiel yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp115 juta.


Pelajaran untuk Kita Bersama
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di tengah musim kemarau. Pastikan untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, menghindari penumpukan beban pada stopkontak, dan menyalakan alat elektronik seperlunya guna mencegah terjadinya korsleting listrik. Mari kita doakan agar keluarga korban yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali pascamusibah ini.